Kasus Percobaan Pembunuhan

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan mengenai percobaan tindak pidana https://menuruthukum.com/2020/02/21/percobaan-tindak-pidana/#more, pada artikel ini membahas mengenai contoh kasus yang dapat dikenakan percobaan pembunuhan dan  yang tidak dapat dikenakan sebagai percobaan pembunuhan. Mari kita simak kasus berikut ini agar lebih jelas :

Ada seorang laki-laki bernama A ingin berniat melakukan percobaan pembunuhan. Ia telah menyiapkan golok tajam yang akan digunakan untuk membunuh target korban yaitu B. Pada malam hari, si A memasuki rumah B dengan membawa golok tajam menuju kamar si B, lalu terlihat si B sedang tertidur pulas tidak mengetahui sama sekali jika A masuk kekamarnya, dan ketika si A ingin menusuk si B dengan golok tajamnya itu, si A sadar dan khilaf akan perbuatannya lalu tidak jadi menusuk si B dan pergi pulang. Apakah yang dilakukan si A termasuk perbuatan percobaan pembunuhan?

Tidak. Perbuatan tersebut tidak bisa dikenakan sanksi pidana percobaan pembunuhan (Pasal 53 ayat (1) KUHP ), walaupun telah ada niat dan telah adanya permulaan pelaksanaan mencoba membunuh, tetapi tidak selesainya perbuatan tersebut karena kehendaknya sendiri ia sadar dan khilaf.

Karena unsur-unsur percobaan melakukan tindak pidana dalam pasal 53 KUHP

  1. Niat
  2. Adanya permulaan pelaksanaan
  3. Tidak selesainya pelaksanaan pembunuhan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.

Dalam contoh kasus tersebut, si A tidak jadi membunuh si B atas kehendaknya sendiri karena khilaf dan sadar lalu pergi pulang tidak dapat dikenakan pasal percobaan pembunuhan.

Kecuali jika si A tidak selesai membunuh si B bukan karena kehendaknya sendiri tetapi karena si B sudah terbangun dari tidurnya  dan telah mengetahuinya dan si B merekam kejadian tersebut, si A dapat dikenakan sanksi pidana percobaan pembunuhan.

 

Referensi :

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS